Cinta dalam Istikhoroh Part 5 – Cerbung Karya Liefa Ar Rieyyah Chuebby

Selepas madrasah, Azkya kembali ke ndalem karna telah menjadi kuwajiban dia sebagai abdi ndalem di pesantren tersebut.

” azkya” panggil bunyai, azkya mendekat dan duduk disebelah bunyai.
” ndalem mik” jawab azkya. Memang semua ustadzah disana memanggilnya umik kepada bunyai fatimah.
” azkya umik minta tolong jagain selvi dan azka yaa soalnya abah sama umik mau ke kalimantan, ada undangan penting disana” ucap bunyai.
” ngge umik” jawab azkya yang tertunduk.
“yaa ky, dan jangan sampai lupa penuhi semua kebutuhannya yaa” tambah bunyai.
” ngge.. insyaallah mik”.
.
.

Rembulan malam telah menyongsongkan keindahannya bersama angin yang tak begitu kencang.

Gus azka yang kini tengah berdiri santai diteras tak sengaja menabrak azkya yang  hendak kembali ke asrama dan dengan sigap gus azka menangkap azkya yang hendak jatuh.

Mata azkya kini bertemu mata gus azka yang kebetulan menatapnya. Sungguh tatapan itu sangat membuat azkya seakan melayang tinggi diudara.

Azkya yang menyadari keadaannya langsung melepaskan dirinya dari dari gus azka.
” afwan ukh.. afwan ana tak sengaja” ucap gus azka yang menyesal sedangkan azkya hanya menunduk karna tak berani menatap keindahan matanya gus azka yang membuat azkya seakan melayang melayang begitu saja.
.
.

Malam semakin larut membuat azkya tak bisa memejamkan matanya sama sekali.
Entah kenapa, pikirannya selalu tertuju pada gus azka yang memang sedari kemaren membuat azkya gundah kulana.

Azkya menatap jam yang berada didinding kamarnya, 12.03 itulah jarum jam yang dia lihatnya dan dengan langkah gontai, azkya memaksakan diri untuk ke kamar mandi dan berwudhu’.

” yaa allah.. kenapa dengan hati ini, kenapa aku selalu memikirkan dia, apa dia jodohku.. tapi apalah aku untuknya yang terlelu huna yaa robbbb….” ucap azkya dalam doanya malam itu.

-Bersambung-

 

Author: Admin

Sebuah ungkapan nada dari hati

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.