Ibu Aku Rindu – Puisi Karya Bagus Satriyo Tle

Bayangmu adalah pisau belati
Menyayat rindu dalam hati
Mendobrak tirai nurani
Meresapi dalam dasar terperih

Dirimu tuhan yang nampak dimata
Katamu adalah do’a
Yang menundukkan karang samudera
Yang mensunyikan isi rimba raya

Lukisanmu selalu dihati
Terpatri hiasi dinding nurani
Tak perduli dunia terlucuti
Adamu tiada mampu terganti
Ibu….
Kau peras kering imajiku
Kau bunuh khayalan dalam khalbu
Hingga tak satu aksarapun mampu kutulis tentangmu

Hanya getaran sebagai isyarat
Akan rindu adamu yang tersirat
Aku diam disudut hening
Memeras air mata hingga kering

Ibu….
Lihatlah gigil bibirku memanggilmu
Isak ini terlalu kuat membungkamku
Dan memaksaku mengagungkanmu dalam bisu

Maafkan aku ibu….
Yang tak sempat menemani heningmu
Maafkan aku ibu….
Yang membebanimu dengan kekawatiranmu

Engkaulah sang penerbit surya
Dan engkaulah juga sang penyulut neraka
Dalam ridhomu aku bahagia
Dan dalam murkamu aku sengsara

Ku pandang sejenak wajahmu dalam paras bulan
Renta tubuh yang lelah memikul beban
Kau sajikan senyuman terindah
Meski sakit memeluk raga

Ibu….
Aku merindukan pangkuanmu
Aku rindu jemarimu mengusap rambutku
Aku merindukanmu ibu
Merindukan dirimu kembali memelukku

Aku tahu engkaupun sama
Merindukanku diseberang samudera
Kau memeluk erat dusta
Seakan dirimu tak merasa resah

Maafkan aku ibu….
Hanya mampu memelukmu dalam khayalku
Khusyuk do’a kusulam indah
Akan kesehatan dan bahagiamu disana

Bau bau 26 Februari 2018

Tentang Penulis

Nama : Bagus Satriyo
Tanggal lahir : 27-05-1983
Tempat Tinggal : Bau Bau Sultra
Kontak : Facebook
Cita-cita : Bermanfaat untuk sesama
Motivasi : Menggenggam mimpi dalam sebuah karya
Pesan : Setiap kata yang bermakna akan memberi perubahan pada dunia

Author: Admin

Sebuah ungkapan nada dari hati

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.