Pangeran Es – Karya Shafa Nada Nur Afifah

-5.30 pm –
Biarlah..
Biarlah aku mencintaimu dalam diam, dalam derasnya hujan dan teriknya matahari.
Biarlah aku melihatmu dari kejauhan
melihat tawamu yang indah,
senyum mu yang seterang rembulan
Aku hanyalah satu dari banyaknya orang yang menginginkanmu.
Aku yang bahkan menatapmu saja tak berani, apalagi menyapamu.
Aku yang selalu mencari keberadaanmu, dan tersenyum melihat kehadiranmu.
Mungkin kau tak tahu, atau pura-pura tidak tahu?
Hei, aku selalu melihatmu dan pura-pura tidak tahu saat kau menoleh, tidakkah kau sadar?
Tidak tahukah kamu,
Seberapa senangnya aku saat menoleh kearahmu dan mendapatimu yang sudah menatapku duluan? 
Tidak tahukah kamu,
Betapa bahagianya aku, disaat kau menyebut namaku? mengajakku bicara? 
Ah, mungkin kau menganggapnya biasa saja. Tapi tidak bagiku, aku senang bukan main. Saking senangnya, aku merasakan banyak kupu-kupu di perutku.
Hei, kamu. 
Kamu yang dingin.
Dingin memanglah sejuk, tapi kamu terlalu beku buatku.
Iya, kamu.
Biarkanlah harapan kecilku ini terus berjalan.
Berjalan terus menerus tanpa arah, tanpa tahu tujuan, dan
tanpa tahu kapan harus berhenti.
Kamu,
setidaknya beri aku rambu,
apakah aku harus berhenti? 
apakah aku harus terus berjalan?
apa yang harus kulakukan?
Tolong, janganlah hanya diam membeku terus begini.
Aku tak tahan terus-terusan menahan dinginmu.
Sekali lagi, tolong.. Dari aku,
penggemar dalam diam Seorang Pangeran Es 
Karya Tulis : Shafa Nada Nur Afifah
Kontak : 

Author: Admin

Sebuah ungkapan nada dari hati

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.