Sewaktu Kecil


   SEWAKTU kecil dulu, dunia terasa begitu indah. Menangis karena mainan yang rusak, bukan hati. Berebut makanan, bukan kekasih orang. Bersembunyi karena bermain petak umpet, bukan karena perasaan. Waktu kecil adalah saat di mana kita bisa menjadi diri sendiri, tanpa peduli akan cacian dan omongan orang lain.

        DUNIA semakin rumit ketika bertambahnya usia. Mainan tergantikan oleh aksesoris remaja, pernak-pernik norak di dinding tergantikan oleh poster idola. Saat dewasa, tak ada lagi tawa yang tulus. Karena semakin dewasa, semakin sering juga kita berbohong pada diri sendiri.
       AKU merindukan masa kecilku, saat aku dan teman-temanku merangkul penuh kesetiaan, saat pohon adalah tempat bersembunyi paling aman dari kejaran anjing pak RT. Sekarang, semua itu hilang. Yang dulu berteman kini saling bertengkar, yang dulu percaya kini saling mencurigai, yang dulu selalu menjahili anak lelaki sekarang malah memperebutkannya.
      JIKA Tuhan berbaik hati, aku ingin Dia memutar waktu, kembali ke masa kecilku. Ah, tapi sepertinya kecilku hanya sekali. Masa kecil yang selalu dirindukan orang dewasa, masa di mana kita hanya akan melihat dunia penuh warna.
                 
Beberapa tahun yang lalu, Kita pernah memandang Semua hal secerah Pelangi-

DinnyKha,
23:46

Author: Admin

Sebuah ungkapan nada dari hati

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.